Tiga Proyek KBS Resmi Beroperasi

Peresmian Dry Port

Peresmian Dermaga 7.3

Peresmian Capacitor Bank

 

(Cilegon, Juni 2017), Ramadhan bulan penuh berkah hal ini sungguh sangat dirasakan oleh    PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), Karena pada bulan ini juga KBS meresmikan sekaligus mulai mengoperasikan tiga proyek penambahan fasilitas pendukung kepelabuhanan. Peresmian ketiga proyek tersebut adalah Launching Dry Port sekaligus pengiriman kargo perdana KBS, pengoperasian dermaga 7.3 dan pengoperasian kapasitorbank.

 

Direktur utama PT KBS Tonno Sapoetro dalam pernyataannya menjelaskan “seiring dengan meningkatnya volume kegiatan ekspor dan impor melalui jalur darat & laut serta mewujudkan sistem pendistribusian yang terintegrasi dan efisien KBS terus melakukan pembangunan sarana & prasarana penunjang hingga perbaikan system manajemen kepelabuhanan dan pembaharuan pelayanan pada system pendistribusian. Kami berupaya untuk lebih mengoptimalkan pelayanan kepada pengguna jasa kami guna menunjang peningkatan produktivitas KBS” ujarnya.    

 

Proyek yang lebih awal dioperasikan ialah Dry Port (12/6) yang terletak di kawasan industry KIEC pada lahan seluas 5.903 meter persegi yang diproyeksikan akan menangani 1.350 gerbong per tahun pada tahun pertama dan akan meningkat menjadi 1.800 gerbong per tahun pada tahun-tahun berikutnya. KBS dalam pelayanan pada Dry Port bekerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI). 

 

KBS menyediakan layanan pengiriman kargo dengan pola operasi setiap hari, dua hari sekali maupun tiga hari sekali. Pengiriman Kargo perdana telah dilakukan pada tanggal 12 Juni 2017 oleh KBS berupa kargo bijih plastik milik PT Chandra Asri Chemical Tbk., sebanyak 5 (lima) container dengan tujuan Surabaya yang akan dikirimkan bersama dengan 14 (empat belas) gerbong baja coil milik PT Krakatau Steel (Persero) Tbk., dan 1 kontainer papan gypsum milik PT Jaya Boral dengan tujuan Gresik. 

 

Sementara Dermaga 7.3 pada tanggal 14 Juni 2017 telah resmi mulai beroperasi dengan adanya First Berthing kapal kargo Mv. Bashuga yang akan melakukan proses loading Granoule Blast Furnist Slag (GBFS) yang dimiliki PT Krakatau Posco yang akan diekspor menuju Bangladesh-India. Dermaga 7.3 memiliki spesifikasi ukuran dermaga mencapai 210x16 M dengan kedalaman kolam -12 LWS mampu disandari oleh kapal berjenis Handymax dengan ukuran kapal 40.000 Depth Weight Ton (DWT). Dermaga ini juga akan dipergunakan khusus untuk menangani kargo PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

 

Dan proyek yang terakhir beroperasinya Kapasitor Bank, yang memang sengaja di bangun dan dipasang untuk lebih menghemat beban tarif daya listrik, yang memang cara kerja dari kapasitor bank itu sendiri yaitu memperbaiki factor kerja dari sebuah system kelistrikan sehingga daya listrik yang dipakai untuk mengoperasikan peralatan tersebut terdiri dari dua unsur yaitu daya aktif dan daya reaktif. Daya aktif ini membentuk energi aktif persatuan waktu dan dapat diukur dengan kwh meter, sedangkan daya reaktif yaitu daya yang terpakai sebagai energi pembangkitan flux magnetic sehingga timbul magnetisasi yang dikembalikan ke system karena efek induksi elektromagnetik itu sendiri.

 

Dengan telah beroperasinya tiga proyek fasilitas penunjang kepelabuhanan di KBS diharapkan dapat menjadi sebuah keunggulan dan solusi dalam meningkatkan produktifitas agar lebih efisien yang manfaatnya bisa dirasakan oleh KBS dan pengguna jasa. (*)

Login Form

Username Tidak Boleh Kosong
Password Tidak Boleh Kosong
Username atau Password Salah
×